Headlines Today

Air Mata Ibu..

Suatu hari seorang alim yang sangat takwa kepada Tuhan bermaksud untuk pergi ke Tanah Suci mengerjakan ibadah haji. Waktu dia meminta izin kepada ibunya, ternyata perempuan tua itu sangat keberatan. Menurut ibunya, tunda dahulu keberangkatanmu sampai tahun depan. Ia merasa bimbang terhadap keselamatan anaknya, kerana orang alim itu adalah satu-satunya anak yang hidup dari hasil perkahwinan dengan almarhum suaminya.
Rupanya orang alim yang soleh itu sudah tidak dapat menahan keinginannya untuk menunaikan rukun Islam yang kelima. Maka, walaupun tidak mendapat restu dari ibunya, dia berkemas-kemas lalu berangkat menuju ke Tanah Haram. Jelas keputusannya ini bertentangan dengan ajaran Nabi. Kerana redha Allah bergantung kepada redha orang tua, begitu pula murka Allah terletak dalam murka orang tua.

Ketika menyaksikan anaknya yang pergi juga, ibu yang sudah tua itu tergopoh-gapah mengejar anaknya. Akan tetapi anaknya itu sudah telalu jauh. Dia tidak mendengar suara ibunya yang memanggil-manggil sambil berlari-lari itu. Dalam marahnya ibu yang sangat cinta kepada anaknya tersebut menadahkan kedua tangannya lalu berdoa: “Ya Allah, anakku satu-satunya telah membakar diriku dengan panasnya api perpisahan. Kumohon pada-Mu, balaslah dia dengan seksaan yang setimpal. Sebagai ibunya, aku merasa sakit hati, ya Allah.”

Doa ini jelas tidak pada tempatnya bagi seorang ibu yang seharusnya bijaksana. Sebab di antara doa-doa yang dikabulkan adalah doa seorang ibu terhadap anaknya. Bumi seolah-olah bergoyang mendengar doa ini. Namun orang alim tadi terus juga berjalan. Pada sebuah kota kecil sebelum sampai tempat tujuannya, orang alim itu berhenti melepaskan lelah. Menjelang Maghrib dia berangkat ke masjid dan solat sampai Isyak. Sesudah itu ia terus mengerjakan solat-solat sunat dan wirid hingga jauh malam.

Secara kebetulan di sudut kota yang lain, pada malam itu terjadi peristiwa yang menggemparkan. Ada seorang pencuri yang masuk ke dalam rumah salah seorang penduduk. Orang yang punya rumah terjaga dan bersuara. Tiba-tiba pencuri itu terjatuh kerana terlanggar suatu benda di kakinya. Ketika terdengar bunyi sesuatu yang jatuh itu, maka orang yang punya rumah pun memekik-mekik sambil berkata: “pencuri! pencuri.”

Seisi kampung terbangun semuanya. Dengan ketakutan pencuri itu lari sekuat tenaga. Orang-orang kampung terus mengejarnya. Pencuri itu lari ke arah masjid dan masuk ke halaman masjid tersebut. Orang-orang pun mengejar ke sana. Ternyata pencuri itu tidak ditemukan di dalam rumah Allah itu.

Salah seorang di antara mereka memberitahu kepada pemimpinnya: “Kita sudah mencari di sekeliling masjid, namun tidak ada bekas-bekasnya sedikitpun.”

Yang lainnya pula berkata: “Tidak mungkin dia ditelan bumi, aku yakin dia belum lari dari sini. Kalau di luar masjid tidak ada, mari kita cari ke dalam masjid. Berkemungkinan dia bersembunyi di situ.”

Maka orang-orang pun masuk ke dalam masjid. Ternyata betul, di dekat mimbar ada seorang asing sedang duduk membaca tasbih. Tanpa bertanya-tanya lagi orang itu ditarik keluar. Tiba di halaman masjid, orang tadi sudah terkulai dan pengsan kerana dipukul beramai-ramai.

Penguasa hukum di kota tersebut malam itu juga memutuskan suatu hukuman yang berat kepadanya atas desakan masyarakat yang marah. Maka orang tersebut diikat pada tiang dan dicambuk badannya.

Keputusan dari hakim ini jelas menyalahi ajaran Nabi, bahawa seorang hakim seharusnya menyelidiki hingga hujung suatu perkara, dan tidak boleh menjatuhkan keputusan berdasarkan hawa nafsu. Begitu juga walaupun lelaki itu dituduh menodai kesucian masjid kerana bersembunyi di dalamnya, dengan berpura-pura bersembahyang dan membaca wirid, padahal dia adalah pencuri.

Pagi-pagi lagi seluruh penduduk kota itu sudah berkumpul di pasar menyaksikan jalannya hukumam qisas itu. Selain algojo melaksanakan tugasnya, orang-orang pun bersorak-sorak melihat si alim dicambuk hingga pengsan. Mereka tidak lagi mematuhi ajaran Islam untuk berbuat adil terhadap siapa saja, termasuk kepada pencuri yang jahat sekalipun. Darah memercik ke sana ke mari, orang-orang kelihatan semakin puas.

Semakin siang semakin ramai orang yang berkumpul menonton dan meludahi pencuri yang terkutuk itu. Dalam kesakitannya, orang alim yang dihukum sebagai pencuri itu mendengar salah seorang penduduk yang berkata: “Inilah hukuman yang setimpal bagi pencuri yang bersembunyi di dalam masjid!” Sambil meludah muka orang alim tersebut.
Orang yang dihukum yang dianggap pencuri ini dengan suara yang tersendat-sendat membuka mulutnya berkata: “Tolong jangan katakan demikian. Lebih baik beritahukanlah kepada orang ramai bahawa saya ini adalah hamba Allah yang ingin mengerjakan ibadah haji, tapi tidak mendapat restu dari orang tua.”

Mendengar ucapan ini, orang yang mendengar jadi terkejut dan menanyakan siapakah dia sebenarnya. Orang alim tadi membuka rahsianya, dan masyarakat jadi serba salah. Akhirnya mereka terpaksa memberitahukan hal itu kepada hakim.

Setelah hakim itu datang dan tahu duduk perkara yang sebenarnya, maka semua mereka menyesal. Mereka kenal nama orang alim itu, iaitu orang yang soleh dan ahli ibadah. Cuma belum pernah tahu rupanya. Ibu-ibu yang hadir serta orang tua lainnya ramai yang merasa sedih tidak dapat menahan diri, tapi sudah tidak ada gunanya.

Malamnya, atas permintaan orang alim itu setelah dibebaskan dari seksaannya, dihantarkan ke rumah ibunya. Pada waktu orang alim tersebut akan dihantar, ibunya telah berdoa: “Ya Allah, jika anakku itu telah mendapatkan balasannya, maka kembalikanlah dia kepadaku agar aku dapat melihatnya.”

Begitu selesai doa si ibu, orang yang membawa anaknya pun sampai. Orang alim itu minta didudukkan di depan pintu rumah ibunya, dan mempersilakan orang yang mengantarnya itu pergi. Sesudah keadaan sunyi kembali, tidak ada orang lain, maka orang alim itupun berseru dengan suara yang pilu: “Asalamualaikum.”

Maka terdengarlah suara oang tua yang menjawab salamnya dari dalam. Bergetar hati si alim mendangar suara itu:
“Saya adalah musafir yang terlantar. Tolonglah beri saya roti dan air sejuk,” kata orang alim itu menyamar diri.

“Mendekatlah engkau ke pintu. Hulurkan tanganmu melalui celah pintu,” jawab suara tadi dari dalam.

“Maaf, saya tidak boleh mendekati pintu kerana kedua kaki saya sangat kaku. Saya juga tidak dapat menghulurkan tangan melalui celah pintu, kerana tangan saya terasa letih.”

“Jadi bagaimana caranya?” Si ibu mengeluh kehilangan akal. “Antara kita ada pemisah yang tidak boleh dilanggar. Engkau lelaki yang tidak saya kenal, dan saya, walaupun sudah tua, adalah seorang perempuan.”

“Jangan bimbang wahai puan,” kata orang alim tersebut. “Saya tidak akan membuka mata kerana kedua mata saya sangat pedih, jadi saya tidak akan melihat ke arah puan.”

Mendengar jawapan itu, tidak beberapa lama kemudian perempuan itu pun keluar membawa sepotong roti dan segelas air sejuk. Orang alim itu begitu saja merasakan kehadiran ibunya, sudah tidak mampu lagi menahan diri. Ia memeluk kaki ibunya dan menjerit sambil menangis: “Ibu, saya adalah anak ibu yang derhaka.” Ibunya pun merasa sedih. Dipandangnya orang cacat di mukanya itu lalu ia menjerit ternyata adalah anaknya. Mereka berdua saling berpelukan dalam tangisan.

Ketika itu juga perempuan tersebut menadahkan tangannya memohon ampun kepada Allah: “Ya Allah, kerana telah jadi begini sungguh saya menyesal atas kemarahan saya kepada anak sendiri, saya bertaubat untuk tidak mengulangi lagi perkara ini, ampunilah saya ya Allah, serta ampunilah dosa orang-orang yang menyeksanya kerana kami semua telah disesatkan oleh godaan iblis dengan nafsu marah.”

LIMA RESEPI PENAWAR STRESS





Bismillah..Salam Ukhwah. Kali ini Pihak Usrah membawakan satu tajuk yang menarik kepada semua. iaitu Lima Resepi hendak menangani STRESS. Hari kita memang sentiasa stress, btul tak? Jadi sama kita jelajah untuk mengetahui cara menanganinya mengikut islam..



1. Membaca Al Qur'an dengan disertai pemahaman maknanya.

Al Qur'an adalah bacaan yang paling sesuai dalam segala suasana. Pada saat

kita gembira, maka peringatan-peringatan yang ada dalam Al Qur'an akan

mampu menjadi pengerem agar kita tak lupa diri. Demikian pula halnya pada

saat kita sedih, maka dengan membaca Al Qur'an terasa sekali dalam lubuk

hati kita sentuhan kesejukan dari Firman Allah SWT. Kala kita gagal dalam

mencapai sesuatu, maka pesan-pesan dalam Al Qur'an akan mampu menawarkan

kesedihan yang ada dalam hati kita. Dengan membaca Al Qur'an, semangat

yang hampir pudar karena kegagalan insya Allah akan berangsur pulih kembali.

Firman Allah dalam surat Al Israa' ayat 82

" Dan Kami turunkan dari Al Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat

bagi orang-orang yang beriman ...."



>2. Berdzikir yang lama.

Allah SWT berfirman

" ..ingatlah, hanya dengan mengingat Allah.lah hati menjadi tenang "

QS. Ar Rad 28

Kenapa dengan berdzikir ?

Sebab dengan mengingat Allah, maka timbulah tawakkal dan penyerahan diri

kita kepada Allah. Dan kalau toh apa yang hendak kita raih tersebut luput

terpegang tangan, maka dengan kembali mengingat Allah, sadarlah kita,

mungkin apabila keinginan kita tersebut terkabul, justru mudharotlah yang

datang. Dengan demikian yang muncul bukanlah rasa kecewa dan penyesalan,

akan tetapi justru syukur yang dalam pada Allah. Bukankah Allah yang

paling mengetahui keadaan dan kemampuan kita ?



3. Puasa.

Salah satu hikmah puasa, disamping dapat menimbulkan perasaan sosial terha-

dap sesama, adalah untuk kesehatan. Bukti-bukti cukup banyak, bahwa orang

orang yang mengidap mag, malah sembuh bila berpuasa, padahal menurut ilmu

kedokteran seharusnya orang yang mengidap mag menjaga makannya agar teratur

dan tidak telat. Penulis sendiri juga mengalami, gangguan pencernaan yang tak kunjung

reda, malah sembuh dengan membiasakan puasa sunah.Ditinjau dari segi kejiwaanpun puasa

ternyata mempunyai efek yang baik sekali. sebab dengan puasa, secara tidak langsung

seseorang dilatih untuk dapat mengendalikan tuntutan hawa nafsu yang cenderung untuk

melakukan hal-hal yang sesat.Dilain pihak, dengan berpuasa, seseorang akan jadi merasa

lebih dekat dengan Allah, sehingga merasa lebih aman dan tenteram.



4. Solat malam.

Shalat tahajut, meskipun tidak wajib, tetapi sangat dianjurkan untuk melakukannya. Banyak ayat dalam Al Qur'an yang menujukkan betapa penghargaan Tuhan

terhadap hamba-hambaNya yang datang menemuiNya, pada saat hamba-hamba yang

lain lelap dalam tidur. Allah menjajikan, terhadap orang-orang yang berse-

gera menuju keridhaanNya, suatu derajat yang tinggi.

" Dan pada sebagian malam hari bersembahyang tahajutlah kamu sebagai suatu

ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat

yang terpuji "

QS Al Israa' 79





5. Mengunjungi saudara sesama muslim.



Banyak sekali hikmah yang dapat dikaji dari silaturahmi terhadap sesama saudara muslim ini.

Dengan bersilaturami, maka ukhuwah yang hampir retak akan kembali utuh.

Dengan bersilaturami, maka berbagai persoalan yang membelit kepala insya

Allah akan dapat dicarikan penyelesaiannya. Dengan bersilaturahmi, kita

dapat saling berbagi suka dan duka, berbagi kesedihan, mencurahkan pera-

saan, sehingga beban berat yang menghimpit, akan terasa lebih ringan,

karena kita tidak sendiri. Disamping itu, saling pesan dalam kebenaran dan

kesabaran hanya mungkin terlaksana apabila tali ukhuwah tetap terjalin.

Tersebut dalam Hadist riwayat Abu Dawud, Rasulullah SAW bersabda



" Diantara hamba-hamba Allah ada sekelompok orang yang bukan nabi dan

syuhada, tetapi para nabi dan syuhada merasa tergiur dengan keadaan mere

ka,karena kedudukannya yang mulia di sisi Allah. Para sahabat bertanya,

" Wahai Rasulullah, siapakah mereka itu ?". Jawab beliau : "Mereka adalah

sekelompok orang yang memadu cinta kasih dalam mencari keridhaan Allah,

yang diantara mereka tidak ada hubungan kerabat dan tidak ada tujuan

duniawi. Demi Allah, wajah mereka bercahaya, sedangkan mereka tidak

merasa khawatir dan takut ketika orang lain dilanda perasaan khawatir dan

takut. Mereka tidak berduka cita ketika orang lain menderita "



Demikianlah para jamaah, lima macam resep pengusir kegundahan hati.

Insya Allah bila kita dapat melaksanakan salah satu dari ke lima diatas, Allah

akan menghapus segala kesedihan dan kegundahan dari hati kita.

Akhirnya, marilah kita berdoa agar Allah senantiasa memberi kita kekuatan,

memberi kita kelapangan, sehingga kita dapat meniti kehidupan ini dengan

segala perasaan damai, dengan tenteram dan dijauhkan dari persoalan-persoalan

yang membelit jiwa.



Marilah saudaraku, kita datangi apa yang disunahkan Allah setelah kita melaksa-

nakan apa yang diwajibkanNya. Insya Allah, dengan memperbanyak melakukan yang

sunnah akanlah dapat kita rasakan, bagaimana sejuk dan manisnya buah iman,

sehingga agama yang kita peluk ini, tidak tampak sebagai rentetan kewajiban dan

larangan, saja, akan tetapi penyejuk hati yang amat diperlukan setiap insan.

PENDAKWAH KRISTIAN PELUK ISLAM - tewas berhujah dengan seorang haji.


Lelaki bernama Bisara Sianturi ini bukannya sembarangan lelaki. Dia ialah anak muda yang fanatik dengan agama Prostestan.

Apa yang menarik mengenai Bisara ini, ialah percubaannya untuk mempengaruhi sebuah keluarga muslim di Medan agar menerima ajaran Kristian Prostestan berkesudahan dengan kegagalan.

Namun dari ketewasannya berdialog dengan seorang haji, menjadi penyebab dia mendapat hidayah dari Allah SWT.

Bisara Sianturi dilahirkan di Tapanuli Utara pada 26hb Jun 1949. Dia dibesarkan dalam didikan keluarga yang taat penganut Prostestan.

Pada tahun 1968 Bisara telah merantau ke Kota Medan. Nasibnya agak baik kerana berkesempatan berkenalan dengan keluarga Walikota(Datuk Bandar) Medan ketika itu, Ahmad Syah.

Dari kemesraan hubungan itu dia mendapat kesempatan tinggal bersama-sama di rumah keluarga walikota berkenaan.

Bisara mengaku, selama tinggal di rumah keluarga walikota tersebut, dia cuba mendakwah anak-anak walikota itu lagu-lagu gereja. Kebetulan anak-anak walikota dekat dengannya dan suka dengan lagu-lagu yang diajarkannya.

Sementara walikota sendiri tidak pernah marah kepadanya. Bahkan dia pernah bertanya kepada walikota tentang agama apa yang baik. Walikota itu menjawab, bahawa semua agama itu baik.

Pemikiran terbuka walikota seperti itulah uyang membuatnya senang dan berani mengajarkan lagu-lagu gereja kepada anak-anaknya. Menurutnya, kalau orang sudah memeliki pemikiran seperti ini, biasanya akan mudah diajak masuk Kristian.

"Saya berniat mengkristiankan keluarga ini. Pertama-tama melalui anak-anaknya dulu. Makanya saya ajari mereka lagu-lagu gereja. Anehnya, mereka suka sekali dengan lagui-lagu yang saya ajarkan," kenang Bisara Sianturi.

Usaha Bisara untuk mengkristiankan keluarga walikota melalui anak-anaknya ternyata tidak boleh berjalan dengan lancar. Di rumah walikota itu tinggal juga bapa mertuanya, Haji Nurdin.

Meskipun walikota tidak merasa keberatan anak-anaknya diajarkan lagu-lagu gereja, tetapi Haji Nurdin tidak suka kalau cucu-cucunya diajarkan lagu-lagu gereja oleh Bisara.

Pada suatu petang, di ruang depan rumah walikota, Haji Nurdin mengajak Bisara untuk bercakap masalah serius. Haji Nurdin yang luas pengetahuan agamanya ini mengajaknya berdialog mengenai agama. Bahkan beliau menawarkan diri untuk masuk Kristian jika Bisara mampu menyakinkan Haji Nurdin melalui hujah-hujahnya.

Ajaran Yang Dibawa Oleh Golongan Sekularisme

Ajaran yang dikemukakan adalah:
-Menolak agama seluruhnya dan mengingkari wujudnya Allah. Ada juga golongan yang beriman kepada Allah dan mereka berpegang Allah itu tiada hubungan dengan urusan duniawi.
-Kehidupan itu berasaskan ilmu sains semata-mata dan berada di bawah pengaruh logik dan hipotesis. Sekiranya teori agama terkeluar daripada logik akal, agama itu tertolak.
-Membuat sekatan antara ilmu rohan dengan ilmu material. Mereka menganggap nilai-nilai rohani menghalang kemajuan dan memberi kesan yang tidak baik pada urusan dunia.
-Memisahkan agama dengan politik (pemerintahan). Mereka membina kehidupan berdasarkan kepentingan kebendaan. Semua perkara ini menurut mereka tidak boleh dikendalikan oleh agama.
-Melaksankan dasar Pragmatisme (mencari kesempatan) dalam semua perkara bagi menjalani kehidupan menurut kepentingan dunia.
Kuliyah Jumaat 02 November 2007
Dari Masjid Rusila, Marang, Terengganu

JADUAL MAJLIS ILMU USRAH SYAZULIAH 2009

HARI- WAKTU- TEMPAT- PENGAJIAN

ISNIN- 11.30 mlm- (Hadramaut) -Syamail Muhammadiah
SELASA- 6.30 ptg- (Musolla) - Halaqah Usrah(Silibus Usrah)
11.30 mlm- Hadramaut- Nasaih Ad-diniyah
RABU- 11.30 mlm- Musolla- Perjumpaan Nuqaba’
KHAMIS- 6.30 ptg- Al-Ikhwan- Tanbih lil Mukmin
JUMAAT- 9.30 mlm- Musolla- Bacaan Surah Al- Mulk
SABTU- 8.30 pg- Musolla- Multaqa Dhuha
-6.30 ptg- Musolla- Halaqah Usrah
9.30 mlm- Musolla- Pejumpaan Nuqaba’
AHAD- 11.30 mlm- HadramauT- Syamail Muhammdiah

Sifat Penyayang Rasulullah S.A.W




1) Kalau ada pakaian yang koyak, Rasulullah menampalnya sendiri tanpa
perlu menyuruh isterinya. Beliau juga memerah susu kambing untuk keperluan
keluarga mahupun untuk dijual.

2)  Setiap kali pulang ke rumah, bila dilihat tiada makanan yang sudah siap
di masak untuk dimakan, sambil tersenyum baginda menyinsing lengan bajunya
untuk membantu isterinya di dapur.  Sayidatina 'Aisyah menceritakan "Kalau
Nabi berada di rumah, beliau selalu membantu urusan rumahtangga.

3)  Jika mendengar azan, beliau cepat-cepat berangkat ke masjid, dan
cepat-cepat pula kembali sesudah selesai sembahyang."

4)  Pernah baginda pulang pada waktu pagi. Tentulah baginda amat lapar
waktu itu. Tetapi dilihatnya tiada apa pun yang ada untuk sarapan. Yang
mentah pun tidak ada kerana Sayidatina 'Aisyah belum ke pasar.
Maka Nabi bertanya, "Belum ada sarapan ya Khumaira?" (Khumaira adalah
panggilan mesra untuk Sayidatina 'Aisyah yang bererti 'Wahai yang
kemerah-merahan')
Aisyah menjawab dengan agak serba salah, "Belum ada apa-apa wahai
Rasulullah."
Rasulullah lantas berkata, "Jika begitu aku puasa saja hari
ini." tanpa sedikit tergambar rasa kesal di wajahnya.

5)  Sebaliknya baginda sangat marah tatkala melihat seorang suami
memukulisterinya. Rasulullah menegur, "Mengapa engkau memukul isterimu?"
Lantas soalan itu dijawab dengan agak gementar, "Isteriku sangat keras
kepala. Sudah diberi nasihat dia tetap degil, jadi aku pukul dia."
"Aku tidak bertanya alasanmu," sahut Nabi s. a. w. "Aku menanyakan mengapa
engkau memukul teman tidurmu dan ibu kepada anak-anakmu?"

6)  Pernah baginda bersabda, "sebaik-baik lelaki adalah yang paling baik
dan lemah lembut terhadap isterinya." Prihatin, sabar dan tawadhuknya
baginda dalam menjadi ketua keluarga langsung tidak sedikitpun menjejaskan
kedudukannya sebagai pemimpin umat.

7)  Pada suatu ketika baginda menjadi imam solat. Dilihat oleh para
sahabat,pergerakan baginda antara satu rukun ke satu rukun yang lain amat
sukar sekali.
Dan mereka mendengar bunyi menggerutup seolah-olah sendi-sendi
pada tubuh baginda yang mulia itu bergeser antara satu sama lain. Sayidina
Umar yang tidak tahan melihat keadaan baginda itu langsung bertanya setelah
selesai bersembahyang,

"Ya Rasulullah, kami melihat seolah-olah tuan menanggung penderitaan yang
amat berat, tuan sakitkah ya Rasulullah?"
"Tidak, ya Umar. Alhamdulillah, aku sihat dan segar."

"Ya Rasulullah...mengapa setiap kali tuan menggerakkan tubuh, kami
mendengar seolah-olah sendi bergeselan di tubuh tuan? Kami yakin engkau
sedang sakit..." desak Umar penuh cemas.

Akhirnya Rasulullah mengangkat jubahnya. Para sahabat amat terkejut. Perut
baginda yang kempis, kelihatan dililiti sehelai kain yang berisi batu
kerikil, buat menahan rasa lapar.
Batu-batu kecil itulah yang menimbulkan bunyi-bunyi halus setiap kali
bergeraknya tubuh baginda.

"Ya Rasulullah! Adakah bila tuan menyatakan lapar dan tidak punya makanan
kami tidak akan mendapatkannya buat tuan?"
Lalu baginda menjawab dengan lembut, "Tidak para sahabatku. Aku tahu, apa
pun akan engkau korbankan demi Rasulmu. Tetapi apakah akan aku jawab di
hadapan ALLAH nanti, apabila aku sebagai pemimpin, menjadi beban kepada
umatnya?" "Biarlah kelaparan ini
sebagai hadiah ALLAH buatku, agar umatku kelak tidak ada yang kelaparan di
dunia ini lebih-lebih lagi tiada yang kelaparan di Akhirat kelak."

8)  Baginda pernah tanpa rasa canggung sedikitpun makan di sebelah seorang
tua yang penuh kudis, miskin dan kotor.

9)  Hanya diam dan bersabar bila kain rida'nya direntap dengan kasar oleh
seorang Arab Badwi hingga berbekas merah di lehernya. Dan dengan penuh rasa
kehambaan baginda membasuh tempat yang dikencing si Badwi di dalam masjid
sebelum menegur dengan lembut perbuatan itu.

10)  Kecintaannya yang tinggi terhadap ALLAH swt dan rasa kehambaan yang
sudah sebati dalam diri Rasulullah saw menolak sama sekali rasa ke tuanan.

11)  Seolah-olah anugerah kemuliaan dari ALLAH langsung tidak dijadikan
sebab untuknya merasa lebih dari yang lain, ketika di depan ramai mahupun
dalam keseorangan.

12)  Pintu Syurga telah terbuka seluas-luasnya untuk baginda, baginda
masih lagi berdiri di waktu-waktu sepi malam hari, terus-menerus beribadah
hinggakan pernah baginda terjatuh lantaran kakinya sudah bengkak-bengkak.

13)  Fizikalnya sudah tidak mampu menanggung kemahuan jiwanya yang
tinggi.Bila ditanya oleh Sayidatina 'Aisyah, "Ya Rasulullah, bukankah
engaku telah dijamin Syurga? Mengapa engkau masih bersusah payah begini?"
Jawab baginda dengan lunak, "Ya 'Aisyah, bukankah aku ini hanyalah seorang
hamba? Sesungguhnya aku ingin menjadi hamba-Nya yang bersyukur."

Rasulullah s. a. w. bersabda,"SAMPAIKANLAH PESANKU WALAUPUN SEPOTONG

Wal-'Asr!!(Demi Masa)


SALAH satu aset kehidupan yang sangat berharga dalam kehidupan ini ialah masa atau waktu. Masa ada kalanya tidak berharga, jika kita tidak pandai mengurus dengan baik. Masa yang berharga ialah masa yang diurus dengan sempurna dan bijaksana. Kedua-duanya memberikan implikasi kepada kita. Lantaran kedua-duanya tetap akan menjadi sukat-sukat dalam menentukan sejuah mana kita mampu mengendalikan kehidupan dengan sebaiknya. Waktu adalah milik manusia yang paling berharga. Oleh kerana itu pergunakanlah waktu sebaik mungkin, kerana apabila waktu berlalu tidak akan kembali lagi. Berbeza dengan suatu benda yang telah hilang, masih mungkin boleh dapat dipertemukan kembali.
Manusia yang berakal, menghadapi waktunya bagaikan orang yang kikir yang memiliki sesuatu yang mahal. Ia tidak akan mensia-siakan sekejap pun terhadap sesuatu yang sedikit, apalagi yang banyak. Ia selalu menghitungkan bagaikan setiap wang yang keluar harus mendapat imbalan yang wajar. Ia juga selalu berusaha untuk menempatkan sesuatu di tempatnya yang layak. Begitulah orang-orang yang mempergunakan wang dan demikian pula seharusnya kita mempergunakan waktu. Kendatipun demikian, ia bukan merupakan satu perkara yang mudah untuk dilakukan jika sekiranya kita sendiri tidak memberikan perhatian sewajarnya nilai dan kebaikan yang ada padanya. Ramai orang menyesal setelah usia meningkat jauh dari dunia remaja dan belia.
Ramai yang merenung jauh nilai waktu yang ditinggalkan dengan penuh kekecewaan, kembali di saat masa yang berharga sudah semakin sukar untuk dijangkau dan tidak akan kembali lagi. Ramai yang merasakan alangkah indah dan baiknya sekiranya waktu usia muda remaja dipergunakan dengan sebaiknya. Ramai yang mahu kembali ke usia remaja dan muda belia, agar mereka dapat merancang kehidupan dengan lebih teliti dan kemas kini. Namun segalanya sudah berlalu dan semakin jauh dari kita. Sejauh yang kita tinggalkan tanpa membawa kenangan manis dan kesan yang mendalam. Namun tidak kurang juga yang merasa bahagia dan berbaloi dengan apa yang mereka lakukan dan sediakan semasa usia masih lagi gagah dan perkasa. Kini mereka menuai hasilnya, sambil terus melangkah dengan menikmati kebahagiaan yang menjadi idaman sewaktu mengatur kehidupan yang sebaiknya.

Various Headlines